6 May 2005

Jawaban Basuki Suhardiman Atas Somasi Kompas

Posted under: at 22:47

Hari ini, kasus Basuki Suhardiman vs. Kompas berkembang dengan cepat. detikcom memberitakan bahwa arsip milis ITB ditutup dan Basuki Akan Jawab Somasi Kompas. Lalu Kompas mengatakan bahwa mereka akan menempuh jalur hukum jika Basuki tidak memenuhi tuntutan. Berita detikcom yang terakhir adalah bahwa Kompas melaporkan Basuki Suhardiman ke Polda Metro Jaya.

Detikcom memang adalah satu-satunya media yang rajin mengikuti kasus ini. Walaupun demikian ada sesuatu yang sepertinya terlewat diliput oleh detikcom, yaitu jawaban Basuki Suhardiman atas somasi dari pihak Kompas. Sebagai manifestasi dari asas hak jawab dan pemberitaan yang berimbang yang –entah disengaja atau tidak– tidak didapatkan Basuki dari detikcom, jawaban ini saya salin mentah-mentah di bawah ini.

Ini adalah email dari Basuki ke mailing list ITB dan ITB-75, dan juga ke Dik, wartawan Kompas yang menuntut Basuki.

Date: Fri, 6 May 2005 14:32:55 +0700 (JAVT)
From: Basuki Suhardiman <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Itb] Jawaban Tuntutan Sdr Sidik Pramono (wartawan Kompas)

Tanggapan atas Tuntutan Sidik Pramono

Pendahuluan Pertama-tama, saya perlu menjelaskan bahwa dokumen ini terkait dengan surat tuntutan (selanjutnya disebut: tuntutan) dari Sdr. Sidik Pramono, wartawan harian Kompas, yang isinya adalah sebagaimana terlampir bersama dokumen ini.

— lihat lampiran: tuntutan —

Sebelum menanggapi tuntutan tersebut, saya ingin menjelaskan lagi latar belakang permasalahan yang disinggung oleh Sdr. Sidik Pramono dalam tuntutannya di atas, yaitu mengenai tindakan saya memforward email dari orang yang mengidentifikasikan dirinya sebagai Satria Kepencet satriakepencet@yahoo.com (selanjutnya disingkat: SK) ke milis ITB dan ITB75.

Perlu Diketahui :

Saya menerima serangkaian email-email dari SK (selanjutnya disebut: email SK) dengan urutan sebagai berikut:

  • Email ke-1 pada tgl 14 April 2005 (Subject: Sebuah Drama Picisan)
  • Email ke-2 pada tgl 20 April 2005 (Subject: lanjutan)
  • Email ke-3 tgl 22 April 2005 (Subject: Kompas, Obyektivitas Pers yang Hilang)

Pada saat menerima email-email tsb. kondisi saya adalah:

  1. Tidak mengetahui siapa SK
  2. Tidak mengetahui kebenaran dari isi email SK
  3. Tidak mengetahui maksud dan tujuan SK

Dalam kondisi seperti itu, saya memforward email SK tersebut ke forum milis tertutup itb@itb.ac.id (selanjutnya disebut: milis ITB) dan itb75@itb.ac.id (selanjutnya disebut: milis ITB75), dengan tujuan mendapatkan umpan balik dalam bentuk komentar atau informasi lain dari rekan-rekan di forum milis ITB dan ITB75 yang isinya bisa mengklarifikasi isi dari email SK. Jadi pada saat melakukan forwarding tersebut, saya sama sekali tidak berniat atau bermaksud mencemarkan nama baik pihak manapun.

Perlu Diperhatikan :

  1. Dalam melakukan forwarding tersebut saya tidak membenarkan, menyalahkan maupun memberikan komentar sama sekali.

  2. Dalam melakukan forwarding tersebut saya hanya mengirimkannya ke komunitas terbatas, yaitu ITB dan ITB75, dan bukannya ke media massa seperti Detik (www.detik.com) atau media massa lainnya.

  3. Tersebarnya email SK ke media massa kebanyakan bukan dalam bentuk aslinya, melainkan berupa URL yang menunjuk ke sebuah situs arsip milis ITB dan ITB75 (http://www.mail-archive.com/itb@itb.ac.id/) yang pada saat itu adalah merupakan sebuah situs pasif, sehingga tidak mungkin isinya termuat dalam situs media massa seperti www.detik.com tanpa adanya campur tangan dari pihak-pihak yang secara aktif atau sengaja membacanya dan mengirimkan URL-nya ke media massa seperti www.detik.com.

  4. Ada pihak lain yang, dengan sengaja dan di luar sepengetahuan, kehendak atau kendali saya, melakukan penyebarluasan URL yang menunjuk ke situs arsip (selanjutnya disebut: URL arsip) milis ITB dan ITB75 yang memuat email SK tersebut ke media massa atau wartawan atau pihak-pihak yang mewakili media massa dengan tujuan yang saya tidak ketahui. Dengan demikian, tanggapan saya atas tuntutan dari pihak Sdr. Sidik Pramono di atas adalah sbb.:

Tanggapan atas Tuntutan Sdr. Sidik Pramono :

  1. Saya sangat menyesalkan tersebarnya URL arsip dari milis terbatas ITB dan ITB75 tersebut ke media massa termasuk www.detik.com dan saya sangat menyayangkan tindakan para pihak yang dengan sadar dan sengaja membaca email SK di situs arsip milis ITB dan ITB75 dan kemudian menyebar-nyebarkan URL arsip tersebut ke media massa termasuk www.detik.com sehingga akibatnya dirasa merugikan oleh Sdr. Sidik Pramono.

  2. Dengan segala hormat, saya perlu sampaikan bahwa pemberitaan email SK di media massa seperti Detik (www.detik.com) sehingga email tersebut dibaca oleh masyarakat luas adalah di luar sepengetahuan, kehendak, kendali dan tanggung jawab saya, karena:

    a. Saya bukanlah PEMILIK atau PENANGGUNG-JAWAB www.detik.com atau media massa lain.

    b. Saya tidak memiliki otoritas untuk mengendalikan atau menentukan tulisan apa yang dimuat di dalam www.detik.com atau media massa lain.

    c. Saya tidak memiliki otoritas untuk menentukan cara-cara www.detik.com atau media massa lain dalam mencari berita dan mendapatkan sumber berita.

    d. Saya tidak meminta, memerintahkan atau menghimbau pihak www.detik.com atau media massa lain untuk memuat berita mengenai email SK.

    e. Saya tidak pernah mengirimkan email SK tersebut ke pihak www.detik.com atau media massa lain.

    f. Pihak www.detik.com tidak pernah menghubungi dan meminta ijin dari saya sebelum memuat berita mengenai email SK tersebut. Dengan demikian, tindakan Sdr. Sidik Pramono meminta saya bertanggungjawab atas pemberitaan email dari SK di www.detik.com atau media massa lainnya adalah tidak tepat, karena saya tidak punya kendali dan kekuasaan apapun terhadap keputusan pemberitaan email-email SK di www.detik.com atau media massa lainnya.

  3. Apabila Sdr. Sidik Pramono menganggap pemberitaan email SK di media massa seperti www.detik.com adalah tidak benar dan merasa dirugikan oleh dampak yang timbul akibat adanya pemberitaan tersebut, maka saya sarankan untuk bertanya ke pemilik dan penanggungjawab media massa www.detik.com mengenai proses pencarian dan klarifikasi sumber berita tersebut serta pertimbangan apa saja yang melandasi pemuatan berita tersebut. Sebagai wartawan profesional yang memahami kode etik jurnalistik, tentulah wartawan yang memuat berita tentang email SK tersebut melakukannya dengan sadar dan sudah mempertimbangkan segala sesuatunya dengan seksama, termasuk dampak dari pemberitaannya tersebut. Saya bukanlah wartawan dan saya hanyalah meneruskan email SK ke milis ITB dan ITB75, yang anggotanya terbatas dan bukan ke media massa atau media massa elektronik.

  4. Saya tidak mengetahui apakah isi email SK benar atau tidak benar, dan tindakan yang saya lakukan hanyalah meneruskan email dari SK ke milis ITB dan ITB75 tanpa disertai pernyataan apapun yang bersifat melengkapi, membenarkan atau mendukung isi email dari SK. Oleh karena itu, tuduhan bahwa saya memfitnah Sdr. Sidik Pramono adalah tidak tepat dan saya tidak bisa menyatakan apakah isi dari email SK tersebut benar atau tidak benar, fitnah atau bukan fitnah, sehingga saya tidak mungkin bisa memenuhi permintaan Sdr. Sidik Pramono dalam surat tuntutan butir ke-2. Menurut saya, pihak yang paling tepat dan berhak untuk menyatakan bahwa isi email SK tersebut benar atau tidak benar, fitnah atau bukan fitnah, adalah SK dan Sdr. Sidik Pramono sendiri.

  5. Saya berada dalam posisi netral dan ingin bertindak adil, tidak memihak siapapun di antara Sdr. Sidik Pramono maupun SK. Dengan demikian, apabila Sdr. Sidik Pramono memiliki sanggahan, koreksi, maupun jawaban terhadap email SK, maka saya persilahkan Sdr. Sidik Pramono mengirimkannya ke saya dalam bentuk email. Saya akan dengan senang hati menerima dan memperlakukan email Sdr. Sidik Pramono tersebut persis sama seperti saya memperlakukan email SK, yaitu meneruskannya (forward) ke milis terbatas ITB dan ITB75. Hal ini sudah saya buktikan dengan meneruskan sanggahan dari Sdr. Budiman Tanuredjo (bdm@kompas.com) ke milis ITB dan ITB75.

  6. Berkaitan dengan surat tuntutan Sdr. Sidik Pramono butir ke-3, sejak awal saya tidak pernah berniat untuk membawa isi email SK yang saya terima ke media massa dan saya sangat menyayangkan tindakan Sdr. Sidik Pramono atau pihak lain yang telah membawa permasalahan ini ke media massa. Oleh karena itu, demi kebaikan bersama, menurut saya kita tidak perlu melibatkan media massa lebih jauh lagi dalam permasalahan ini.

  7. Saya bersimpati terhadap apa yang dialami Sdr. Sidik Pramono akibat tindakan yang tidak bertanggungjawab dari oknum yang dengan secara sengaja mengirimkan URL arsip milis ITB dan ITB75 ke media massa dan/atau wartawan. Saya berharap Sdr. Sidik Pramono dapat segera menemukan oknum tersebut dan meminta pertanggungjawabannya. Saya sangat menyesal apabila tindakan saya tersebut membuat Kompas dan Sdr Sidik Pramono merasa dirugikan dan sejak awal saya tidak punya niatan atau prediksi terhadap hal itu

Demikian tanggapan saya atas surat tuntutan yang dilayangkan oleh Sdr. Sidik Pramono, semoga tercipta pengertian dan kesepahaman di antara kita.

Bandung, 6 Mei 2005

Basuki Suhardiman

63 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!