Saham vs. Emas
Dua instrumen investasi yang kini menjadi primadona investasi pribadi adalah saham dan emas. Saham populer karena harganya melejit akhir-akhir ini dan juga karena aksesnya yang semakin mudah. Di sisi lain, emas secara tradisional memiliki pengikut tersendiri, termasuk dari kalangan religius dengan dinar dan dirhamnya.
Untuk mengetahui perbandingan kedua jenis investasi tersebut, kemarin saya mengumpulkan data-data sejarah perkembangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta dan perkembangan harga emas terhadap Rupiah.
Perkembangan IHSG dan harga emas/Rupiah relatif terhadap 1 Juli 1997:

Perkembangan IHSG dan harga emas/Rupiah relatif terhadap 4 Januari 2000:

Perkembangan IHSG dan harga emas/Rupiah relatif terhadap 2 Januari 2003:

Kenaikan nilai IHSG dan harga emas/Rupiah selama 12 bulan terakhir:

Catatan:
- Pertumbuhan harga saham hanya memperhitungkan pertumbuhan modal, dan belum memperhitungkan pendapatan dari dividen.
- IHSG adalah indeks gabungan dari Bursa Efek Jakarta. Realisasi sebenarnya masih tergantung dari portfolio masing-masing investor dan selain itu masih ada bursa saham di luar BEJ.
- Kinerja masa lampau tidak mencerminkan kinerja di masa yang akan datang.
- Data harga emas/Rupiah bersumber dari Oanda FXHistory.
- Data IHSG bersumber dari Yahoo! Finance
- Data mentah dalam format OpenDocument: ihsg-vs-gold.ods
Taut Lain-lain:
Pertamaaaaxxx..
grafiknya naik turun ya?
Tapi bagaimanapun juga, emas walaupun dibakar teteup saja emas, sedang kertas saham dibakar sudah gak laku lagi dong..
Wah bacanya belakangan aja … Semoga masuk 10 besar …
mungkin ini pengaruh dari nilai intrinsik suatu emas yang dari dulu memang telah digunakan sebagai alat pembayaran yang diakui hampir diseluruh dunia. Artinya, emas dimana saja pasti berlaku..
stabilitas nilai emas juga dipengaruhi dari penggunaan emas selain sebagai perhiasan, tetapi digunakan dalam beberapa komponen elektronik dan juga sebagai campuran beberapa logam.
Emas juga termasuk salah satu logam yang tidak beracun (beracun kalau emas cair diminum ^_^). Sehingga penggunaan unsur emas lebih luas dibandingkan uang.
Sampai saat ini beberapa negara masih menggunakan emas sebagai cadangan devisa.
Selagi belum ada badan pengawasan saham yang ketat dan independen di Indonesia maka untuk investasi lebih baik dalam bentuk emas. Membeli saham di Amerika sebenarnya lebih bagus karena hukumnya jelas. Namun berhubung bukan warga Amerika, biasanya investor asing dikenakan tax yang lebih besar jika ingin mencairkan saham.
Nasihat orang tua harus mulai diganti, “Kalau dapat uang ditabung dan diinvestasikan ya nak”â„¢
IHSG bener2 lagi “on” sekarang…ini pertanda apa ya?
tahun 90 sampai 2000an harga emas/oz sekitar300 - 350 USD, sekarang harganya udah dua kali lipatnya
gimana kalau MAS MAS yang main saham ya
“
saham, kalo untuk dipanen devidennya memang betul bisa disebut sbg instrumen investasi. tapi di pasaran orang lebih banyak trading untuk nyari selisih nilai aktiva. kalo gini saya berpendapat saham adalah obyek judi.
kalo emas, mungkin lebih tepat kalo disebut sbg tabungan, bukan instrumen investasi. karena nilai emas yg sebenernya adalah tetap, nggak berkembang. apa yg bisa disebut sbg investasi kan harusnya bisa berkembang. saya berpendapat nilai emas itu tetap, nilai fiat money yg turun.
wah ini yang aku pelajari
gak ngerti dengan permainan saham mending nyimpen emas aja banyak2 sampe segunung
/
#9:
selain dividen, juga ada keuntungan riil dari capital gain. contohnya kalo misalnya saya punya 50% saham di ACME, terus ACME beli tanah dan bikin pabrik, maka kurang lebih bisa dibilang 50% dari tanah dan pabrik itu adalah milik saya, termasuk kalau harganya naik di masa yang akan datang.
emas juga bisa jadi objek spekulasi. misalnya dengan daytrading pasangan emas-USD atau emas-rupiah.
jumlah emas di dunia itu tetap, tapi demand-nya selalu bertambah. jadi otomatis nilai emas naik, terlepas dari nilai fiat money itu sendiri. kondisinya kira-kira kurang lebih sama dengan properti.
Enaknya main saham adalah kalau pasar lagi bullish monyetpun bisa dapat untung.
klo Indonesia (denger2) cadangan devisanya pake US$ ya???? jadinya kalo US$ turun terhadap emas/valas laen nilai rupiah ikutan anjlok-jlok-jlok…..
Klo emas nilainya lebih tahan lama bahkan cenderung abadi
(katanye) jadi klo dulu harga sapi sekian gram emas, sekarang juga ya sekian gram (kecuali ada perkembangan tekno yang bikin produksi lebih murah/ perubahan pandangan masyarakat terhadap barang tersebut..)
wah wah wah
komen dulu ah
*siyap-siyap bikin gigi emas*
Sebaiknya uang kita dimasukkan di saham dan emas
karena selain diversifikasi dan not put your money in one basket, juga sebagai pengamanan investasi kita
#11
Nyimpen emasnya dimana? minta dong
Jadi kesimpulannya?
Apakah investasi Emas as liquid as Saham?
Yang penting menurut saya diversifikasi investasinya

Sebenarnya kalo beli emas di Indonesia harus diregister ga sih pake nama kita? Kalo pemilik emasnya decease/wafat, bagaimana? Bagaimana meng-klaim bahwa emas itu milik kita? Bagaimana kalo ada yang kasih emas tanpa surat apa-apa, emas itu bisa dibilang punya kita ga? Ada dasar hukumnya ga dibalik itu, terutama mengenai perpindahan kepemilikan?
kelebihan duit dimainkan di saham, dan cuan dari main saham kita amankan dalam bentuk emas.
Emas segera bisa dibeli di bank, dan disimpan di bank. Kita pegang sertifikatnya saja.
baca ini:
atau ini:
Lalu apa kata robert kiyosaki tentang emas?
baca ini:
Katanya: While it’s tough to predict the future, one thing is for certain: The U.S. dollar will continue to go down in value, and savers will be losers. With people all over the world piling debt upon debt and spending like fools, it might be best to follow the Chinese. They’ve never trusted banks, but have always trusted gold. Maybe it’s time we started doing the same.
Sebetulnya ada instrumen baru yang (mulai) jadi primadona. Yaitu obligasi negara atawa Surat Utang Negara (SUN) alias Surat Berharga Negara (SBN).
Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, yang menonjol dari instrumen ini adalah keamanannya, kecuali kalau negara ini bangkrut. Untuk mengakomodir kepemilikan dalam jumlah kecil pemerintah telah menerbitkan ORI (Obligasi Retail Indonesia) dimana kepemilikan dapat dipecah per 5 jutaan.
Sebentar lagi pemerintah juga akan menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk untuk mengakomodir investor yang menghendaki investasinya selaras dengan kaidah-kaidah syariah. Dalam hal penerbitan Sukuk, Indonesia tertinggal dari Negara bagian Saxony Anhalt, Jerman dan China
Saya setuju dengan mas Fahmi #9.
Sebagai perbandingan, emas di Australia di jadiin investasi nomer 10an. Investasi yg lagi ngetrend (terutama di Western Australia) adalah property (bukan apartement). Sejak 2005-2007, dalam 10-12 bulan harga property naik 100-120% biarpun rumah buatan tahun 1970an.
2nd biggest investment, Superannuation (dana pensiun). Daripada uang gaji di potong pajak pemerintah (makin tinggi gaji makin tinggi tax nya), banyak orang yg menyisihkan uang gaji ke super. Setelah umur 55 atau 60, superannuation baru bisa dinikmati. Pemerintah bikin aturan baru (kalu gak salah), every $1 invested in super, goverment kasih another $1. Kalo invest $100,000 ke super, ya govment kasih $100,000, total $200,000.
3rd biggest investment, ya main di stocks. Ada temen main di stocks, 1 hari bisa dapet $3,000 profit. Gile aje.. tapi itu gak tiap hari.
mas pri sendiri lebih pilih invest dimana: emas, saham, reksadana, deposito… atau investasi real estate?
rekomendasinya yang mana nih dari sekian banyak pilihan?
jangan bilang investasi klo ternyata kamu sendiri gak bisa mengendalikan investasi tsb.
Contoh investasi yg kamu bisa kendalikan sendiri:
real estate, beli apartemen (dengan bermaksud disewakan tentunya), dll yg bisa Anda kendalikan sepenuhnya.
reksadana?? deposito?? Menurut Robert Kiyosaki (guru orang2 kaya di dunia) ini adalah investasi terburuk.
Milikilah kecerdasan finansial
@25
Investasi di properti dengan tujuan disewakan returnnya kecil sekali, bahkan minus. Model yang digunakan oleh Kiyosaki itu mengandalkan suku bunga KPR yang sangat rendah, sehingga biaya sewa bisa digunakan untuk membayar cicilan ke bank. Dengan biaya sewa rata-rata 5% dari harga rumah pertahun dan bunga KPR di Indonesia rata-rata 13% pa, maka model bisnisnya Kiyosaki tidak bisa berjalan.
Investasi di properti saat ini lebih mengandalkan untung dari gain kenaikan harga. Akan tetapi dengan gain dan likuiditas yang terbatas, investasi di saham jauh lebih menarik. Modal yang diperlukan juga jauh lebih kecil di saham.


Sama halnya dengan pendapat Kiyosaki bahwa saham dan reksadana adalah investasi terburuk, itu karena sebagian besar keuntungan dari mutual fund disana dimakan oleh fund managernya dan return pertahun juga kecil. Sementara itu, pasar di emerging market seperti Indonesia memberikan gain yang besar hingga puluhan persen. Coba lihat return RD saham di http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/tabel_reksadana/
Dari selisih dua kolom terakhir terlihat bahwa management fee RD Indonesia relatif kecil dibandingkan keseluruhan return pertahun.
#23
ini mirip dengan 401(k) amerika ya, atau DPLK di indonesia?
coba aja superannuationnya dialokasikan ke saham juga.
#22:
justru yang ditakutin itu kalau negara bangkrut (krismon), maka semua investasi melalui lembaga keuangan pasti macet (selain deposito). kelebihan emas ada di sini.
sebenarnya lebih bagus membandingkan emas vs surat utang/obligasi, karena menurut saya dua jenis investasi ini yang bersaing di kalangan investor kecil2an. tapi saya gak tahu indikator apa yang cocok.
#24
dicampur dong. semuanya punya kelebihan-kekurangan sendiri2. tapi untuk saham dan deposito untuk saya lebih baik masuk lewat pasar sekunder (reksadana).
kayaknya saham memang menarik… salah satu alasan mengapa banyak karyawan google & M$ masih bertahan juga, karena mereka punya opsi saham di tempat mereka bekerja
nah kalo indo gmn, ada gak yah perush yg ngasih opsi saham bwat karyawannya ?
Simbok di sebelah rumah juga cerdas tu.. Dia invest pake emas… Cuma dipake semua, dan sisanya ditaruh kutang dan kolong… Jadinya pas kena gendam…
Musnah…
Untung yang digigi ngga diambil tuh. Platina tuh…
Kalo udah komitmen jadi pelaku Quadrant kanan syarat utama yang harus dimiliki oleh kita menurut Donald J. Trump ¨Jadilah Dewa pengendali penuh atas bisnismu¨ Kalo cuma invest doang tapi gak punya kendali atas investasi tersebut ya… kata Trump seh sama aja dibodo-bodoin…
:”>:”>
Dream terbesar dalam hidupku ya.. harus jadi investor bidan Real Estate n Apartement. Karena beberapa minggu terakhir di Metro TV kayaknya getol banget promosi investasi Real Estate dan harganya bikin iler netes. Pa lagi sekarang di Batam pun udah ada Costarina Real Estate terbesar yang rada nyotek di Miami Beach Amerika. Rumah mewah diatas tepi laut. Keren Buanggettttt
#26
great opinion. Lagi dipelajari… minta waktunya
Emas disini apa emas batangan? dan atau secara kita BELI PERHIASAN itu bisa di sebut investasi emas juga???
duh kok masih banyak aja yang dengerin kiyosaki. kiyosaki is a scam. jaman sekarang blogosphere dipenuhi oleh orang2 yang debunking tulisannya di yahoo! finance.
#33: sama aja boss. yang penting kan sama2 unsur nomer 79. bedanya kalo perhiasan kita juga bayar ongkos orang yang bikin perhiasannya.
Sebuah posting yang briliant; dan memberikan informasi yang amat kaya tentang tren harga emas dan IHSG selama beberapa tahun terakhir.
Sebuah studi ektensif tentang harga saham di Amerika (dan dirangkum dalam sebuah buku yang memikat bertajuk “Stocks for the Long Run”), menunjukkan bahwa dalam jangka panjang investasi saham memang paling menguntungkan (setidaknya untuk kasus di AS). Tren melambungnya indeks IHSG dalam tiga tahun terakhir memang fenomenal. Dan saya menduga tren ini akan terus berlaku hingga puluhan tahun kedepan.
Saran saya simple : pelan-pelan alokasikan dana yang ada ke reksadana (atau ke ETF-IHGS yang kini sudah bisa dibeli publik); pegang hingga 10 - 20 tahun…..kelak ketika kita sudah punya cucu, mungkin dana yang kita investasikan sudah menjelma menjadi puluhan kali lipatnya.
Seperti saran Warren Buffet : Buy and hold for the long run……(meski ada petuah jenaka dari John M. Keynes….”in the long run, we are all dead”…..)
thx mas
kalo gigi emas, emang terbuat dari emas utuh gitu ?
Kestabilan emas sudah teruji dari waktu ke waktu. jadi dengan sahamin emas bisa terhindari dari inflasi atau ancaman perang baik untuk tujuan spekulasi ataupun untuk menghindari kerugian. Buat yg mo korupsi, bli emas aja yg banyak…
Ya ampunn… akuh kok.. lokasinya di Pontianak… di Jakarta tuh yg bener…
Gold tu kan lebih global dibanding saham. Klo secara kumulatif pertumbuhan ekonomi dunia lebih besar dibanding jumlah emas ditemukan, tentunya harga emas bakal meningkat. Kalo saham kan tergantung saham apa. Klo niat mo invest ya saham, lbh fluktuatif. Emas sih buat aman2 aja, kayak nyimpan valas stabil yg diterima semua negara. Hg emas paling cuma turun pas krisis global or ada event perang dunia III.
#41: wah, justru emas itu bakal naik berlipat2 terhadap mata uang kalau ada krisis global atau perang dunia.
@ 42 : klo misal orang sdh cuek ama emas gimana? sudah gak butuh lagi, OR ada barang lain yg nilainya amat sangat lbh bagus drpd emas, katakanlah BBM. Hayo gmn?
#1
sekarang saham udah gak pake kertas lagi, koq..
#29
udah banyak, lo…PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. salah duanya
#42
. Klo yg mas maksud ‘harga’ itu mata uang, bukan nilai tukar,..bakalan sulit ngebandinginnya krn uang juga ga lebih berharga dibanding emas itu sendiri. Sama - sama ga bisa dimakan, hehe..
Klo krisisnya lokal, emang benar emas bakal mahal terhadap mata uang lokal negara tersebut. Tapi klo global, tentu harga emas bakal turun. Emas kan tdk bisa dimakan. Bayangkan jika krisis global n sembako aja susah, kita kan ga bisa makan emas. Yah, mirip2lah sama pas kita mo tenggelam di laut. Sekarung emas ga lebih berharga dibanding ban dalam vespa
#43, #45: kalau pembandingnya saham atau mata uang ya jelas akan jauh lebih berharga emas daripada saham atau mata uang. kan di sini pembandingnya saham atau mata uang. ini melihat sejarah masa lalu waktu perang dunia 2: dolar didevaluasi terhadap emas, dan saham ya gak berharga kalo industrinya sendiri gak jalan.
kalo BBM jelas berharga (atau komoditas lainnya juga), tapi yang jadi masalah adalah densitas. hari ini, sekitar 1 ons emas harganya setara dengan 100 kg minyak mentah.
jadi inget pelem die hard 3, kan terorisnya mbobol fort knox, bank emas di amrik
waduhh,,,kalo mw nikah,,jangan pake mas kawin kalo gitu!!pake-nya perak kawin aja,,abiesnya emas mahal sih…
coba bandingin deh dengan tanah/properti
saham, kalo untuk dipanen devidennya memang betul bisa disebut sbg instrumen investasi. tapi di pasaran orang lebih banyak trading untuk nyari selisih nilai aktiva. kalo gini saya berpendapat saham adalah obyek judi.
gw masih heran kalo ada yg menganngap saham itu judi
ada seorang pedagang membeli kambing di mojokerto (ngarang), di bawa ke jakarta dengan harapan mendapatkan selisih dari harga jual dan beli
case A : demand lagi bagus sehingga dia mendapatkan harga jual sesuai yg di harapkan
case B : supply kelewat banyak, sehingga harga kambing di jakarta turun, apalagi banyak orang ngambil dari sukabumi yg tentunya biaya angkut lebih murah, jadi bisa menekan harga kambing di jkt
intinya sih, segala sesuatu, bisnis or investasi khususnya, yg di lakukan tanpa perhitungan itu baru bisa dibilang judi
saham judi kah? kalau ga pake analisa trus main jual beli aja itu judi, kalau dengan perhitungan ya lihat kasus kambing di atas
halah, salah slash … ga bisa di edit pulak
# 34
Maklum Mas Pri, Kiyosaki yg buka mata ak ttg dunia bisnis, lumayanlah hasilnya sekarang
gak nyangka klo ada tulisan oleh John T. Reeds ttg Kiyosaki
makasih bt link-nya
Hmmm…lebih mudah mana ya, maen Forex ama maen saham ? he he he he…BTw, ada yang tahu gak ? Mau maen saham online dimana ya ? Buat anak cucu nanti neh…
Bagi sebagian orang harga emas dan saham saat ini mendekati puncak, jadi siap-siap untuk jatuh..gedebuk.

Tapi ada juga yang bilang Di Atas Langit Masih Ada Langit, jadi harga emas dan saham masih bisa naik terus.
Karena grapiknya naik turun, supaya Anda untung maka beli di harga bawah - jual di harga atas.
#52:
heheheh, tambahan: ayah kaya tidak kaya, kiyosaki. intinya, jangan terlau mudah percaya omong kosong kiyosaki
#50
bisa jadi judi kalau pakai sistem daytrading. kenaikan harga saham rata-rata dalam satu hari bisa jadi gak bisa menutupi ongkos transaksinya, apalagi kalau sahamnya turun. tapi kalau main long term sudah pasti bukan judi.
gak bisa disamain dengan bisnis kambing
yang sudah pasti judi juga belum tentu tanpa perhitungan. contohnya: poker atau tebak sepakbola.
Sebenarnya kriteria mudah judi itu cuma satu kok. Kalo uang yg dipertaruhkan/ diinvestasikan punya pengaruh, itu bukan judi. Kalo sama sekali ga berpengaruh, itu judi. Macam zero mind gamepun belum tentu judi klo jml yg ditanam punya pengaruh thd peluang.
#57:
definisi judi itu keuntungan yang menang berasal dari kerugian yang kalah, terlepas dari apakah jumlah taruhan berpengaruh terhadap peluang. dalam judi yang punya uang lebih banyak dapat dipastikan punya peluang menang lebih besar daripada yang punya uang sedikit.
jadi kesimpulannya piye mas?
Judi itu kalau untung2an. Ada lho yang memutuskan saham mana yang mana patut dibeli atau dijual dengan cara melempar koin.
#58
Lha arisan tu kan zero mind game juga mas. Yg dapet duluan tentunya yg paling untung. Tapi tdk tergolong judi. Yg saya maksud ga pengaruh tu misal Judi anak panah. Pilihan yg ada cuma kena atau nggak. Atau misal dgn koin. Taruhan berapapun besarnya, koin tetep 2 muka, ga lantas jd 3. Dadu juga sama, max 6. Menurut saya, judi ada di situnya. So, yg saya maksud peluang ada di pembaginya(penyebut), bukan pembilang. Klo tentang mekanisme, tentu saja modal yg besar kemungkinan untung juga besar, gitu juga resikonya. Itu berlaku untuk banyak hal selain judi. Itu spt pembilangnya. Klo dalam judi dadu, kayak pasang di 3 buah angka, kemungkinan menang lebih besar drpd cuman 1 angka, namun tetap yg terpengaruh pembilangnya, bukan penyebut. Penyebutnya ya tetap saja 6. Klo arisan ga spt itu.
#61:
yang dimaksud zero-sum game kali. kalau memperhitungkan inflasi, arisan adalah judi. yang pertama kali menang dapat nilai lebih tinggi daripada yang terakhir kali menang, walaupun nominal rupiahnya tetap sama. kita umumnya bilang ‘arisan bukan judi’ cuma gara2 tradisi karena kebanyakan orang (dulu) gak sadar kalau nilai rupiah itu selalu turun menurut waktu. nenek saya aja masih punya ide untuk jual tanah, masukin deposito, dan makan dari bunganya
makin besar modal justru semakin kecil resikonya, makin sedikit modal makin besar resikonya. coba baca gambler’s ruin. artinya, kemungkinan besar bandar yang akan menang.
saya kok tetep bingung Om ..

tadi ngegame AOEII, dan investasi terbanyak saya pasang di kayu dan saya menang ..
Thank you atas informasinya. Saya sangat tertarik jadi trader nich, kayaknya seru banget main saham. Ada yang bisa ngajarin gak?
@64
Join J-club di milis Junior Trader aja mas. Ada di yahoogroups.
Segeralah mempergunakan emas dan perak (Dinar dan Dirham) sebagai mata uang dan investasi, dan sedikit demi sedikit—lebih cepat lebih baik—menukar Rupiah, Dollar, Yen, Euro, Poundsterling, Gulden, dan sebagainya dengan emas dan perak sebagai mata uang yang sejati, karena yang lain itu sesungguhnya cuma simbol yang secara intrinsik tidak memiliki nilai apa-apa.
#62
Arisan bukan judi mas meski ada yg diuntungkan (yg dapat duluan, dgn memperhitungkan nilai uang). Alasan saya krn pembaginya berubah, sama spt hadiah. Misal yg ikut 5 org. Tiap orang ikut 1, penyebutnya 5. Misal 1 orang ikut 2, penyebutnya jd 6, ga 5 lagi. Hadiah juga gitu. Misal syaratnya ngirim bungkus, tiap kali kt ngirim bungkus/kemasan, ga cm pembilang, penyebutnya jg bertambah. Beda ma lotere, togel, dadu, dll. Penyebutnya bakal sama berapapun kita beli. Togel beli 1 atau banyak tetep aja 4 nomeran. Lotere, dadu, ato apapun media judi sama aja. Untuk semua judi, penyebut tdk pernah berubah berapapun modalnya.
Gambler’s ruin yg mas contohkan memang ada benarnya dari sudut pandang kemungkinan menangnya. Yg saya maksud resiko kekalahan adalah resiko uang yg hilang. Meskipun kemungkinan kalahnya kecil, tapi ia menanggung resiko kehilangan uang yg besar krn modalnya besar. Modal 10 klo hilang ya paling 10, modal 100 klo hilang juga bisa 100, meski kemungkinannya kalahnya lebih kecil dibanding yg bermodal 10.
hehe, sori jadi OOT, soalnya invest tu sangat dekat dgn judi sih..
O iya, tambahan saja. Saham atau forex pada dasarnya bukan judi (klo mengacu ke pendapat saya di atas).
Ia menjadi judi kalo orang melihatnya sebagai peluang spekulasi. Spekulasi itu spt koin. Penyebutnya cuma dua. Untung atau rugi. Apa saja jika hanya dilihat sbg suatu spekulasi, ia hanya akan menjadi koin 2 sisi.
#67:
menurut saya sama aja. kalau seseorang mendapatkan keuntungan dari kerugian orang lain dan ada unsur spekulasi di situ, maka itu menurut saya sudah gambling. soal teknisnya seperti apa itu gak gitu berpengaruh.
undian berhadiah bukan judi karena orang beli barang untuk mendapatkan manfaatnya. tapi kalau beli barang hanya untuk memperbesar peluang dapat hadiah, maka itu sudah judi.
saham dan forex pada dasarnya bukan judi kecuali kalau orang memanfaatkannya sebagai objek spekulasi: mencari keuntungan dari selisih harga dalam jangka waktu yang sangat pendek.
kayaknya lebih aman Emas deh dibanding Saham, karena yg tahu kapan saham naik dan turun hanya Tuhan.
jadi lebih baek yg mana mas?
nyang paling top mah.. MAS pri
Mas Pri, label sumbu Y di 3 diagram awal kok ga jelas ya ?, apa sama dengan label sumbu Y di diagram terakhir ?.
#73:
tiga diagram yang sama itu menggambarkan perkembangan investasi relatif seandainya saya invest di emas atau di saham pada hari yang sama. grafik pertama dimulai dari 1997, grafik kedua 2000, grafik ketiga 2003.
contohnya, kalau di 1997 saya invest Rp 1 juta di emas, maka hari ini kurang lebih harganya sudah menjadi Rp 7.5 juta. kalau 1997 saya invest 1 juta di saham, maka saat ini harganya kurang lebih Rp 3 juta.
untuk grafik 3, kalau di tahun 2003 saya invest 1 juta di emas, maka hari ini harganya sekitar 2 juta. tapi kalo tahun 2003 saya invest 1 juta di saham, maka hari ini harganya sudah jadi Rp 5 juta.
grafik terakhir itu beda sendiri. yang ini menggambarkan perkembangan investasi pada hari ini, seandainya 1 tahun yang lalu saya invest. contohnya, kalau 1 tahun sebelum agustus 1999 saya invest di saham, maka pada agustus 1999 saham saya naik sekitar 2x lipat (perkembangan investasi 100% dari nilai semula). kalau di bawah 0% artinya investasi kita rugi.
Kutip dari pri :
Dua instrumen investasi yang kini menjadi primadona investasi pribadi adalah saham dan emas. Saham populer karena bla2
ambil dari salafydb
Al An’am 116. Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah…..
Hukum Membeli Saham-Saham Perusahaan Bisnis
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum membeli saham-saham yang terdapat di dalam perusahaan-perusahaan bisnis persahaman, mengingat bahwa sebagiannya bertransaksi dengan riba? Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan.
Jawaban
Menurut pendapat kami, sikap yang wara (berhati-hati) adalah tidak menanamkan saham di dalamnya dan menjauhinya karena sebagaimana disebutkan oleh si penanya bahwa yang dominan ia bertransaksi dengan riba. Dalam hal ini Rasulullah r bersabda.
Artinya : Tinggalkanlah apa yang membuatmu ragu kepada apa yang tidak membuatmu ragu [Hadits Riwayat At-Tirmidzi, Kitab Shifatil Qiyamah 2518, An-NasaI, kitab Al-Ayribah 5711]
Demikian pula sabda beliau.
Artinya : Barangsiapa yang menjauhi hal-hal yang syubhat (samar-samar) berarti dia telah membebaskan tanggungan dirinya untuk (kepentingan) agama dan kehormatannya [Hadits Riwayat Al-Bukhari, kitab Al-Iman 52, Muslim kitab Al-Musaqah 1599]
Akan tetapi, andai misalnya seseorang telah terlanjur menjalani dan menanamkan sahamnya, maka wajib baginya untuk mengeluarkan keuntungan ribawi sesuai dengan prosentasenya, jika kita pekirakan bahwa keuntungan dari riba tersebut sebesar 10%, maka dia harus mengeluarkan keuntungan yang 10% tersebut, jika kita perkirakan keuntungannya 20%, maka 20 % nya yang dikeluarkan, demikian seterusnya.
Sedangkan bila dia tidak mengetahui berapa persentasenya, maka sebagai sikap hati-hati (preventif), dia harus mengeluarkan separoh dari keuntungan tersebut.
[Dari Fatwa Syaikh Ibn Utsaimin yang beliau tanda tangani]
Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukumnya menurut syariat, saham-saham perusahaan yang sudah beredar luas di pasaran; bolehkah memperdagangkannya ?
Jawaban
Saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini karena perusahaan-perusahaan yang ada di pasaran berbeda-beda satu sama lainnya di dalam bertransaksi dalam riba. Jika anda mengetahui bahwa perusahaan tersebut bertransaksi dengan riba dan membagi-bagikan hasil keuntungan dari riba tersebut kepada para peserta (anggota/nasabah), maka anda tidak boleh ikut serta di dalamnya.
Jika anda telah ikut serta, kemudian baru mengetahuinya setelah itu bahwa ia bertransaksi dengan riba, maka anda harus mendatangi bagian administrasinya dan meminta keikutsertaan anda ditarik. Jika anda tidak dapat melakukan hal itu, maka anda tetap di perusahaan itu, kemudian bila keuntungan-keuntungan tersebut diserahkan dan dalam slip gaji dijelaskan sumber-sumber keuntungan tersebut, maka anda ambil keuntungan dari sumber yang halal saja dan menyedekahkan keuntungan dari sumber yang haram sebagai upaya melepaskan diri (menghindari) darinya.
Jika anda juga tidak mengetahui hal itu, maka sikap yang lebih berthati-hati (preventif) adalah menyedekahkan separuh dari keuntungan tersebut sebagai upaya melepaskan diri (menghindari) darinya sedangkan sisanya adalah milik anda karena inilah yang dapat anda lakukan, sebagaimana dinyatakan oleh Allah dalam firmanNya.
Artinya : Maka bertakwalah kepada Allah semampu kamu [At-Taghabun : 16]
[Majalah Ad-Dawah, 1-5-1412H, Vol 1315, dari Fatwa Syaikh Ibn Utsaimin]
[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syariyyah Fi Al-Masail Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-2, Penerbit Darul Haq]
3:91. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.
8:34 Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,
Uang kertas itu menyerupai dua uang logam ; emas dan perak, sebagaimana disebutkan di dalam pertanyaan adalah berbeda jenis sehingga boleh dilakukan adanya penambahan, karena masing-masing mata uang kertas dianggap jenis yang berdiri sendiri sesuai dengan negara yang mengeluarkannya, tetapi dalam hal ini harus dilakukan serah terima di tempat akad. Sebab, ada larangan Nabi r tentang jual beli suatu yang tunai dengan suatu yang ditangguhkan. Dan akad semacam ini disebutkan dengan penukaran yang merupakan salah satu bentuk jual beli.
#75:
kalau saya lihat tulisan ini membahas tentang sebagian emiten saham yang model bisnisnya mencakup riba. tapi argumen ini cenderung digunakan untuk menyamaratakan seluruh emiten saham dan pasar modal sebagai riba.
kalau mau lihat pasar modal dan saham dari pandangan islam, dan bagaimana kriteria halal atau haramnya, bisa baca2 publikasi MUI:
* pasar modal
* jual beli saham
* reksadana syariah
sesungguhnya tabungan bank syariah itu bisa dibilang adalah reksadana juga (di antaranya termasuk saham), tapi dengan likuiditas yang jauh lebih tinggi.
oh iya, saham yang aman dari sudut pandang islam dikelompokkan dalam ‘Jakarta Islamic Index’. kalau mau masuk dari reksadana, bisa pilih reksadana syariah.
Yah, daripada pusing mekirin yg canggih2 mending invest beli kambing aja. Skr kambing lagi murah, banyak yg jual buat ndaftarin anaknya sekolah. Beli kambing, titipin sama sodara di desa. Ntar idul adha pada gemuk2, harga naik, klo beranak lebih untung lagi. Kali aja itu bisa ngasih kerjaan buat yg pada kegusur di Jakarta. Bikin jakarta tambah lapang, nambah pahala, dan tentu saja, Halaaal. Yuk pada invest kambing aja…
#76
Kalo mengikuti http://www.halalguide.info/content/view/137/54/, berarti tidak boleh:
- pake margin
- short sell
Hati-hati emas banyak yang palsu lho, kalo ditempatku ada yang kadarnya rendah, ada yang kadarnya tinggi…(maksud lho..?!)
kok saya masih ragu dengan saham ya… tetep yakin dengan emas… apa karena pola pikir saya masih tradisionil ya?
Investasi bukanlah spekulasi
dr sini:
Telaah Kritis Pasar Modal Syariah
http://72.14.235.104/search?q=cache:InH8×0x2RKYJ:e-syariah.org/ar