Sisi Lain Robert Kiyosaki

Robert Kiyosaki adalah seorang penulis yang sukses. Dia menulis buku Rich Dad, Poor Dad yang menjadi bestseller di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Besok ini, Kiyosaki akan menjadi pembicara seminar di JCC Jakarta. Namun, siapakah sebenarnya Kiyosaki? Atau apakah beliau layak untuk dijadikan panutan?
Sejak tahun 1999, pemasar, investor dan pebisnis real estate John T. Reed menyelidiki segala sesuatu yang berhubungan dengan Robert Kiyosaki. Beliau menyelidiki satu per satu hal yang disampaikan oleh Kiyosaki dalam bukunya.
One visitor to this site asked me if I was sure “Rich Dad” really exists. No, I’m not. In fact, I now lean to believing that there never was a “Rich Dad,” that Kiyosaki made the whole thing up. If I had written such a book, I would have named him in the book, if only out of gratitude. It is noteworthy that Kiyosaki refuses to identify “Rich Dad” and the Honolulu Star-Bulletin was unable to figure out who it was in spite of the rather obvious “next-door neighbor Mike whose father owns convenience stores, restaurants, and a construction company” clues.
John Reed juga mengatakan bahwa dalam bukunya, terkadang Kiyosaki menganjurkan pembacanya untuk melakukan hal yang ilegal atau tidak etis. Sebagai contoh adalah mencari informasi dari insider untuk perdagangan saham:
His recommendations on using inside information in securities trading and deducting vacations in Hawaii are not likely to get him appointed professor of ethics.
Dan juga multi level marketing:
I do not like his book at all. Over time, I have received numerous reports that Kiyosaki is primarily a creature of Amway and other multi-level marketing organizations. Reportedly, his books were not selling until he allied himself with that crowd. Then the volume of sales to those MLM guys made him a “best-selling author,” which caused normal non-MLM people to think the book must be good.
Menurut penyelidikan, tokoh Rich Dad yang disebut-sebut Kiyosaki juga merupakan tokoh fiktif:
As to the whereabouts of Rich Dad-at one point, Kiyosaki tells Smart Money that he died in 1992. Poor man. Later, he says Rich Dad is still alive, but a reclusive invalid. Uh huh. So how to explain Kiyosaki applying for a trademark on Rich Dad Poor Dad and telling the U.S. government under penalty of prison that the phrase refers to no living persons? Later, he tells Smart Money that Rich Dad was a composite of several persons. Finally, he gets angry at Smart Money. “Is Harry Potter real? Why don’t you let Rich Dad be a myth, like Harry Potter?”
Dalam kesimpulannya, Reed menyatakan skeptismenya terhadap Robert Kiyosaki dan buku-bukunya:
All I know about Robert Kiyosaki is what I read in his book (and from other sources noted above). Based on what I read and what I know about the subject matter in question, I am extremely skeptical as to whether he has done or seen many of the investment things he claims to have done or seen. He claims to be an experienced, millionaire, real-estate investor, yet the book is full of statements that I would expect only from a rather ignorant, not very bright, novice, investor wannabe.
Rich Dad, Poor Dad is one of the dumbest financial advice books I have ever read. It contains many factual errors and numerous extremely unlikely accounts of events that supposedly occurred.
John Reed juga berpendapat bahwa buku ini merusak masyarakat:
This man is doing damage. I got an email from a surgeon. Her 17-year-old son read Rich Dad Poor Dad and now does not want to study or go to college. He just wants to get rich and believes Kiyosaki’s pitch that education is a waste of time. He now puts down and criticizes his mom for not being richer. I never knew a surgeon who was fighting the pigeons for something to eat. And this particular surgeon says she finds her profession extremely rewarding in non-monetary ways as well.
Untuk bahasan selengkapnya, John Reed mengutarakan investigasinya secara sangat panjang lebar di artikelnya John T. Reed’s Analysis of Robert Kiyosaki. Kiyosaki pun menyempatkan dirinya untuk menjawab klaim dari Reed. Namun menurut saya, jawaban Kiyosaki yang cuma 11KB belum menjawab pernyataan Reed berjumlah 151KB dan ini pun masih belum termasuk halaman-halaman lainnya.
Nah, siapa yang akan anda percaya? Kiyosaki atau Reed? Saya sendiri lebih percaya Reed, karena selain pembahasannya walaupun panjang, tapi tidak berputar-putar seperti menghindar seperti balasan dari Kiyosaki, selain itu terus terang saya tidak terlalu menaruh hormat terhadap ‘tokoh-tokoh’ yang cuma mengukur kesuksesan hanya dari besar uang yang didapatkan dan mengabaikan aspek legalitas atau etika:
But Kiyosaki seems to judge all educational experiences by the single criterion: does this tell me how to get rich?
Pertanyaan selanjutnya, apakah troll akan kembali beraksi? Hanya waktu yang akan membuktikan. Sebelum para troll beraksi, saya beritahu dahulu bahwa saya cuma mengutip pernyataan John Reed. Semua komplain silakan diajukan ke Mr. John Reed. Saya disini cuma mengutip pernyataan beliau yang menurut saya lebih faktual daripada pernyataan Kiyosaki. ![]()
Sebagai tambahan, seminar Kiyosaki ini sayangnya juga sangat sering dipasarkan melalui spam.
Tambahan: baca juga artikel Kiyosaki dan Mitos Rich Dad di Jawa Pos.
udah baca bukunya langsung pri? gue cuma kuat sepertiga, abis itu mual, ini buku non fiksi tapi kok isinya fiksi semua? itu pun bahkan sebelum gue tahu bahwa kiyosaki ternyata pendukung mlm.
ada RDPD bahasa inggris edisi pertama fotokopian nih
gua rasa masih ada di gudang 
pernah baca dimana gitu (lupa, mungkin juga fiksi hehe) kalau bukunya kiyosaki ini emang buk pegangan ‘pengusaha’ MLM, pertama kali ditemukan di rak buku bareng tabloid2 gosip oleh org MLM, merasa cocok buat bisnis nya lalu diangkat deh jadi besar hehehe
dulu gw pernah beli buku pertamanya… setelah baca sekitar setengah buku, gw merasa ada yang aneh dengan ‘ajaran’nya dia… seakan semuanya begitu gampang… apa yang ia tekankan sepertinya lebih condong bagi mereka yang berkutat di bidang MLM dan broker properti (kalo gak salah ingat) yang dua-duanya bukan merupakan bidang yang menarik bagi gw… akhirnya, gw gak nerusin sampai habis… anehnya, konsepnya dia booming di Indonesia ya.. apa karena kita di sini masih suka dengan mimpi-mimpi sukses dalam bentuk instant?
Yang saya tidak setuju dengan gaya Kiyosaki, dia lebih “memuja” uang dibanding banyak hal lainnya, yang menurut saya jauh lebih berharga di dalam keseluruhan hidup ini. Tesis dia memang sederhana: untuk menikmati hidup, kumpulkan dulu uang. Sedangkan menurut saya: buat apa menunggu uang, jika hidup ini sendiri setiap waktu sudah dapat dinikmati? Saya tahu itu simplifikasi, dan bagi penggemar dia, pendapat saya bisa didebat dengan ratusan baris pendapat.
Saya kurang setuju dengan anggapan bahwa kemakmuran bersama dapat dicapai hanya mengandalkan pertumbuhan individu di dalamnya. Apalagi dalam kondisi seperti di Indonesia yang umumnya masih saling memangsa untuk meraih pertumbuhan pribadi itu sendiri.
Seharusnya, yang dimotivasi untuk pribadi adalah kepedulian terhadap sesama, kerja sama, dan aktivitas kolektif bermanfaat lainnya. Baru pada sisi lain, yakni masyarakat, pemerintah dapat menggunakan parameter keberhasilan tersebut dalam bentuk kuantitatif, seperti kenaikan tingkat pendapatan, jaminan hidup.
Menjadi kaya boleh saja, sedangkan ingin kaya itu yang kurang etis.
si kiyosaki ini lumayan sebenernya bukunya, yg gue ga tahan dijadiin entry point kalo orang mau ngerekruit MLM hehehe. pengen jadi kaya boleh2x aja, tapi jangan ngajak-ngajak orang yg pengen biasa aja doung huhuhu
Ehm…
Menurut saya, ada beberapa fakta yang mungkin perlu didisclose disini. Pertama, buku Kiyosaki lebih merupakan “kambing hitam” dari pemasar MLM. Kedua, Kiyosaki sendiri mendapatkan financially freedom bukan karena seperti apa yang dituliskan di bukunya, melainkan karena hasil yang didapatnya dari menulis buku.
Di Amerika, ada belasan buku yang sudah ditulis Kiyosaki, mulai dari Rich Dad Poor Dad, Cashflow Quadrant, Guide to Investing, Business School, Rich Kid Smart Kid, Own Your Own Corporation, Real Estate Riches, dan lain sebagainya. Di salah satu bukunya, Business School, Kiyosaki memang menganjurkan MLM. Tetapi, MLM itu dimaksudkan sebagai alat untuk belajar “menjual”, belajar berkomunikasi, serta membangun jaringan guna kesuksesan bisnis kita kelak. Sayangnya, tujuan ini disalahartikan sebagai anjuran/jalan untuk menjadi cepat kaya dengan hanya ongkang-ongkang kaki.
Selain itu, sudah menjadi rahasia umum juga bahwa kekayaan Kiyosaki sebagian besar dibangun dari bukunya, termasuk dari permainan Cashflow Game - CFG, fee menjadi pembicara, seminar, tapes/videos, income dari websitenya, dan royalti dari buku itu sendiri. Sebuah paradoks memang. Walau demikian, tetap ada satu-dua hal yang barangkali bisa dipelajari dari buku Kiyosaki. Kebanyakan bukunya memang “sampah”, tetapi mungkin Guide to Investing bisa dijadikan acuan kalau Anda berniat untuk berbisnis.
Untuk Anda yang belum sempat membeli buku-buku Kiyosaki, saya malah menganjurkan Anda untuk tidak membeli buku-bukunya, kecuali Guide to Investing. Kalau Anda memang ingin berbisnis, saya malah menyarankan Anda untuk membaca buku-buku biografi dari tokoh terkenal, mulai dari Sun Tzu (Art of War), Stephen Covey (7 Habit), Henry Ford, Jack Welch, Lee Iacoca, Warren Buffett, George Soros, Rupert Murdoch, Donald Trump, Sam Walton, Richard Branson, Michael Dell, atau Bill Gates.
Don’t get me worng, saya bukan penggemar Kiyosaki. Saya cuma belajar untuk open-minded terhadap pemikiran orang lain. Dan “kenikmatan” dari being rich, menurut saya, masih tidak ada apa-apanya dibandingkan “kenikmatan” ketika kita bisa membiayai kuliah sendiri, memberikan sesuatu untuk orang terkasih, atau membahagiakan kedua orangtua kita dari hasil jerih payah kita sendiri.
Maaf, kalo ada yang salah mungkin bisa dikoreksi.
Saya belum baca Guide to Investing, tetapi John Reed bilang, Kiyosaki menganjurkan pembacanya untuk ‘memata-matai’ insider. Ini perbuatan yang ilegal. Tapi sekali lagi saya belum pernah baca Guide to Investing
.
Gue belon sempet baca kyosaki, soalnya keburu tau klo itu di jadikan acuan bisnis MLM

cuman sempet sih baca biografinya dia dikit, yang unik dia itu sempet menjadi marketing manager di XEROX (cmiiw) dari sini ketauan .. klo dia keluar dari sono .. yah tau sendiri lah marketing manager perusahaan world commpany
untuk buku bisnis dan marketing gue lebih percaya sama hermawan kertajaya dan AlRise
Good catch! Thanks for your very valuable info.
aku dah baca semu comment nya dari 1-9 aja n males ngelanjutinnya, soalnya kebanyakan yang memojokkan ajarannya Robert. Sejujurnya aku heran pada kalian semua, kenapa pada berfikiran pesimis begitu. Bagiku Robert telah mengubah pandanganku tentang Dunia ini. Dia telah mengubah cara berfikirku lewat buku2nya RDPD dan The Cashflow Quadran. Akus sangat Beterimakasih pada beliau karena dengan senang hati membagi pola berfikirnya kepadaku lewat buku2nya.
dalam hal ini bukannya aku ikutan MLM, walau aku pernah gagal dalam MLM tapi aku dapat banyak pelajaran dari semua kegagalan ini, dalam bukunya The Cashflow Quadran menjabarkan bahwa keberhasilan tidak bisa di dapat tanpa pengorbanan, baik waktu, tenaga, materi bahkan kesenangan sesaat.
perlu dipertimbangkan untuk kalian semua yang menulis jawaban dari 1-9 diatas. kalau kalian selau berfikiran seperti diatas dan hanya bisa mengumpat dan mencari2 kelemahan orang lain maka kesuksesan akan menjauhi kalian. dan selamat datang di dunia penderitaan berkepanjangan.
Untuk #11, semua hal di dunia ini ada yang menyukai dan ada yang tidak menyukai. Get used to it! Saya sendiri termasuk yang tidak menyukai, tapi sebelum membaca bahasan John Reed, terus terang saya tidak tahu ada orang lain yang tidak suka Kiyosaki
.
Seperti yang saya bilang, semua komplain silakan diajukan ke Mr. Reed langsung
wah, si #11 sudah sukses yah. selamat yah! soal penderitaan berkepanjangan, kasian deh lu.
Setelah saya membaca semua biografi dan buku2 karangan Kiyosaki, sejujurnya saya bisa mewnerapkan dalam kehidupan sehari-hari dan sebagian besar pengalamannya dalam berbisnis ditulis dalam bukunya. saya pun mengucapkan terima kasih kepada Robert T. Kiyosaki bahwasannya, beliau telah mengubah pola pikir saya terhadap dunia ini.
sejujurnya semua yang dikatakan Kiyosaki adalah benar “uang memang bukan segalanya tapi segalanya memerlukan uang” yach menurut saya wajarlah bahwa ajaran Kiyosaki tentang bagaimana mendapatkan uang adalah baiiiiiiiiiiiik! memang untuk mendapatkan uang diperlukan berbagai pengorbanan.
what’s up with these kiyosaki cultism? i have no idea why
Saya tantang anda untuk mengadakan riset 15 tahun lagi. Orang-orang yang memahami ajaran Robert.T.K,kekayaannya/ kesuksesannya bisa dibandingkan dengan orang-orang yang tidak mau memahami ajaran Robert.T.K.Kita akan lihat hasil akhirnya nanti ( kalau sy sd tahu hasilnya).
#16, silakan anda tantang John Reed sendiri, link ke situsnya ada di atas
ada benarnya juga terori dari kyosaki tentang aktif income dan fasif income tapi teori yang lain gue bingung tuch
Wah..wah janganlah kita jadi anggota NATO : No Action Talk Only, jangan jadi komentator doang…bangsa ini kebanyakan komentator tapi kalau disuruh action…nanti dulu. Maka dari dulu ndak bisa maju-maju…cuman jalan ditempat. Ingat Buku cashflow quadrant, saya jadi geli…atas komentar-komentar Anda itu. Ngomong ya…dipikir dulu, kalau ngomong ndak dipikir berarti kurang waras. Udah baca buku-bukunya belum ? udah pernah coba praktekan belom ? Saya sudah semua…dan hasilnya ruuuar biasaa.
Tapi kita memang harus maklum karena qudrant kita berbeda, pola pikir berbeda. Anda di quadrant kiri dan saya di quadrant kanan…..ingat tangan kiri untuk apa hayoo ?
sudah baca argumen John Reid?
Tidak ada manusia yang sama, berpikirlah luas ada yang percaya ada yang tidak, ada yang mencoba ada yang tidak. Sebagai manusia kita harusnya hanya memberi saran. Reed benar Kiyosaki pun ada benarnya. Kita diberi right hand dan left hand bukannya diberi right hand dan wrong hand. Bila ingin berkomentar lihatlah dari kedua sisi. Di duniiia tidak ada hitam putih. Yang ada adlah abu abu.
#21: betul, saya sudah membaca beberapa buku Kiyosaki dan juga ulasan dari Reed. Dan dari yang saya baca, saya lebih condong untuk lebih percaya kepada Reed. Buku Kiyosaki juga tidak 100% salah, tetapi advisnya menurut saya terlalu ‘obvious’. Tingkatkan passive income? Puhleeeeze, semua orang juga tahu itu
waduh… sebenarnya saya barusan aja tergila-gila sama bukunya yg cashflow quadrant. Tapi memang ada kejanggalan2 yang saya temukan. Gaya bahasa dia memang MLM bangeet !! Beberapa ajarannya juga termasuk kategori extreme. Tapi, menurut saya buku cashflow quadrant sangat bagus hanya sebagai dasar untuk orang2 yang baru “berpikir” untuk mengubah nasib. Tapi apabila sudah mulai masuk ke “tindakan”, rasanya buku ini bukan buku yang tepat. Tapi . . . Kiyosaki sangat bisa merubah pola pikir tentang bisnis menjadi lebih jelas untuk orang awam seperti saya….
#23: betul sekali, saya sendiri lebih setuju kalau buku-buku Kiyosaki dimasukkan dalam kategori motivational, seperti buku Seven Habits dan semacamnya. Bukan kategori bisnis, investasi, real estate dan lain-lain. Ini juga karena fakta di buku Kiyosaki diragukan kebenarannya.
Pro kontra dari suatu konsep menurutku ya biasa terjadi. Namanya juga konsep bikinan manusia…ada sisi baiknya ada jg sisi kurangnya.
.
Cobalah kita bersikap smart…ambil yang baiknya, tinggalkan yang jeleknya.
Toh kita sendiri kalo bikin konsep model model kiyosaki, trus bikin sebuah “cerita” kayak kiyosaki, belum tentu bisa….
#25: betul, setelah menimbang-nimbang, his books are not worth my money, even if I photocopied them
saya memang gak bisa bikin ‘cerita’ seperti kiyosaki, tapi kalaupun saya gak bisa bikin ‘cerita’ seperti itu, saya gak punya kewajiban untuk suka ‘cerita tersebut 
Pinjemin bukunya donk. Mau baca juga
.
Aku penggemar buku, dan jarang bisa menahan diri untuk nggak beli buku. Tapi buku Kiyosaki menurut aku bukan buku yang layak dibeli. “Too obvious” itu komentar yang tepat sekali.
Mungkin suatu hari aku harus menjawab “pilih punya uang atau punya reason?” kayak yang ditantangin MLM networker. Well, punya reason sering kali lebih menarik. Paling juga aku nggak hidup lebih dari 50 tahun.
Aku diajak ketemuan temen2 lama. Reunian katanya. “Udah baca buku Kiyosaki belum?” gitu tanya aku ke yang ngundang. “Udah,” katanya. “Ya udah deh, terima kasih. Aku nggak dateng aja.” — Canda. Sekilas baca, aku nggak liat Kiyosaki memasarkan MLM. Tapi yang jelas para aktivis MLM pada doyan cari pembenaran dari buku itu.
#27: Duh, fotokopian RDPD saya ada di gudang, kayanya akan butuh banyak tenaga untuk mencarinya. Disimpan di gudang, karena gak layak disimpan berdampingan di lemari dengan Perl Cookbook, Java Cookbook, dsb, yang walaupun original yang mahal, nilainya jauh lebih besar daripada RDPD fotokopian
Pokoknya, apapun komentar kalian semua tetang Robert KY.S. saya bisa pahami karena sisi pandang kalian berbeda2. Bagaimanapun Robert KY.S. telah memberikan sesuatu yang luar biasa shg orang bisa melihat sisi lain dari “uang” melalui buku2nya…. thanks ya Robert,,, anda memang sangat hebat.
Be cold man!
Saya suka semua koment anda and semua koment lain, but apakah kita sendiri sudah merasa hebat setelah itu?
Yakinlah bahwa setiap sesuatu perpangkal dari dua sisi.
Semuanya…sekali lagi semua didunia dari dua yang berlawanan.
Untuk itu bagusnya sadarlah friend, Robert sekarang lagi duduk manis bersenadau gurau dengan tuan Reid.
lah ngapain kok kalian yang ribut…..ha…ha….ha,,,
#30: saya sudah membaca opini dari reid dan kiyosaki, dan saya menyimpulkan kalau opini reid lebih baik. saya gak perlu menyembunyikan kalau memang opini reid lebih bisa dipertanggungjawabkan
Sorry engkang pri, panggung dunia sandiwara reid dan kiyosaki dibawakan dengan peran watak yang sangat ahli oleh keduanya.
Kita sebagai pengamat sandiwara mereka, hanyalah orang yang sedikit merasa atau mengira-ngira apakah kita termasuk salah satu golongan dari mereka.
Menurut abdi mah, ajaran mereka berdua sih is fine-fine aja, yang nggak masuk akal sih kalau kita-kita orang yang merasa bisa mengoreksi mereka malah tidak sama sekali mendapatkan apa-apa.
Terus terang, dikala ada sesuatu yang besar yakinlah bahwa akan ada yang menyusul besar sebagai antagonisnya.
Dan selamat bagi seorang Engkang Priyadi yang dapat memerankan peran antagonisnya sesuai aturan sutradara semua sandiwara ini.
Hidup Tuan Kiyo dan Hidup Tuan Reid.
#32: saya gak tahu dapat info darimana kalau itu cuma sandiwara, yang saya tahu itu bukan sandiwara. tapi kalau anda punya buktinya bahwa itu cuma sandiwara, ya tolong disampaikan di sini. kalau memang benar demikian, nanti akan saya revisi tulisan saya. saya mah open-open aja
perlu diketahui saya sudah antipati terhadap tulisan kiyosaki bahkan sebelum membaca tulisan reid, tulisan reid cuma menegaskan kembali saja bahwa pemikiran saja tidak salah.
Sorry Mr. Pri, saya mah penonton dan pengamat setia site anda, saya kagum terhadap anda, tapi saya tidak ingin menjadi salah seorang pemain di site anda.
Lebih banyak hikmah dari semua ini daripada nonton berita Berantemnya Dewan terhormat kita yang pada dasarnya semua saya kagumi karena sangat konsis membela idealisme masing-masing, hampir sama dengan pemain disini.
thanks for segalanya
#34: pak montana, saya menghargai netralitas anda, tapi saya berpendapat begini bukan tanpa alasan. alasan-alasan sudah cukup banyak saya kemukakan di atas. mungkin dalam hal ini saya berbeda dengan anda, saya lebih suka mengambil sikap tegas dalam melihat fenomena ini daripada menutupnutupi hal ini seakan-akan bukan bukan sebuah masalah.
tentunya mungkin akan ada hal-hal lain dimana saya akan netral seperti anda. anda pun saya yakin tidak akan mungkin selamanya akan netral, contoh ekstrimnya jika teman anda dirampok, saya rasa sikap anda tidak akan netral. jadi tolong hargai pendapat kami.
sebenarnya saya bisa lebih menghargai rekan-rekan yang mengambil sikap tegas membela kiyosaki di atas, daripada yang katanya ‘netral’ tapi nyatanya melakukan provokasi tanpa alasan yang jelas.
err……., mo nanya …
1. Reed itu siapa sih ? trus apa untungnya bagi dia menyelidiki Kiyosaki ? gak mungkin klo cuma mo memojokkan Kiyosaki, untuk menyadarkan orang-orang ?, klo gitu kenapa gak dibikin buku juga ?
2. aku gak pernah ikut MLM, tapi memang apa jahatnya MLM ? apa persamaan dan perbedaannya dengan Skema Piramid ? (soalnya aku denger skema piramid lebih parah dari MLM (?) )
3. mas priyadi kerjaannya apa sih ?, maksud saya apakah seorang bos atau pekerja ?, klo saya sih masih kul, smstr.2
oh iya …, klo sungkan gak usah dijawab, disini kan bukan tempat demokratis jadi klo mas merasa tersinggung, gak usah dijawab, dan plis didelete aja …
oh iya …., aku di pihak mana yah. klo pro Kiyosaki …, iya juga, soalnya aku tahu masalah bisnis itu dari buku dia, trus klo pro Reed, iya juga, soalnya ada yang masuk akal.
mungkin aku dipihak yang paling bisa melihat segalanya dari ‘kacamata’ yang berbeda. dari Kiyosaki kita bisa cari uang, tapi dari Reed bisa bantu orang. jadinya …, cari uang buat bantu orang. lumayan keren …
#36:
1. silakan lihat homepage reed (sudah saya kasih linknya di atas), kalau masih kurang jelas silakan tanya langsung ke yang bersangkutan
2. alasan saya panjang, tapi kurang lebih sama dengan yang ada di http://vandruff.com/mlm.html
3. apa relevansinya pertanyaan ini? sama seperti semua orang lain, saya adalah boss dan pekerja
Ini menunjukkan anda belum pernah baca Reed. silakan baca dulu. Hint: artikel reed gak ada hubungannya dengan ‘bantu orang’.
tehe..he..he…
ketahuan deh
saya kurang mudheng klo masalah bahasa Linggis. lagian panjang banget ….,jadi capek…, yah intinya sih saya tahu. Rich Dad adalah tokoh fiktif. saya kok udah ngerasa memang tokoh fiktif kok, trus…, kenapa ?
kita kan juga biasa ndenger cerita Bawang Putih Bawang Merah, Pinokio dan semacamnya untuk mengambil hikmahnya.
yah saya tetap berpikir positif aja deh, walau jelek klo menurut insting saya bagus. saya ambil, saya gak memandang orangnya, saya ngambil apa yang bisa saya ambil, tanpa mempermasalahkan orangnya.
‘n satu lagi …, sorry klo pertanyaan #3 gak relevan, saya cuma mau agar komunukasi tambah lancar ‘n secara enjoy. tapi saya lihat mas menjawab dengan jawaban yang ‘kurang berkenan’.
just count me out …
#38:
kalau anda baca reed, maka anda juga akan tahu kalau RDPD dijejerkan bukan bersama buku-buku cerita, tapi bersama buku-buku marketing, real estate dan lain-lain. point ini juga dibahas cukup panjang di sana.
pengalaman saya berbeda. saya waktu baca kiyosaki pertama kali ingin muntah
. tapi kok masih laku keras ya, saya pikir sayanya yang aneh, ternyata memang ada udang di balik batu 
ini adalah posting anda sebelumnya:
apa maksudnya itu
. kalau anda ingin berkenalan baik-baik, apa anda akan langsung nanya apa saya seorang bos atau pekerja? memangnya kenapa kalau saya bos atau pekerja?
http://www.mastermindforum.com/kiyosakiresponsetoreed.htm
ha..ha…ha.., jadi anda tersinggung karena saya to the point menanyakan, apa anda BOS atau PEKERJA. dalam hal ini anda mengira saya menyinggung anda dengan buku RDPD
yah saya hanya mau tahu saja, klo anda Bos, gimana rasanya. klo Pekerja gimana rasanya, saya malah bingung dengan kalimat “saya kedua-duanya”, lho …., i give a choice, not an unexpected answer …
btw, bisa nggak panggil nama ?, nama aku Denny. bukan #36 atau #38 …, saya manggil anda “mas”, bukan #sekian.
owww well…., mas terlalu pintar untuk saya nasehatin, tetapi sayangnya kurang beriman. agama mas apa ? Islamkah ?, klo benar…, plis jangan selalu Su’udhzon….,
Case Closed.
dunno if there’s another time…
Wassalam.
#40: mas denny (biar anda tidak tersinggung
)
* jawaban kiyosaki itu juga sudah saya pampang di posting saya, cuma terus terang jawabannya tidak begitu impresif, saya juga sudah paparkan di posting saya
saya panggil nama anda di posting ini. saya pakai nomor untuk mereferensikan nomor komentar, bukan nomor anda. ini untuk memudahkan pembaca mengetahui saya membalas posting yang mana, karena belum tentu komentar saya membalas komentar yang tepat sebelumnya *sambil menahan diri untuk tidak menuduh su’udzon*
* saya gak tersinggung, cuma saya gak mengerti maksud anda apa. saya seorang CEO sebuah perusahaan (that makes me a boss right?) dan saya juga kadang-kadang bekerja pada orang (that makes me a ‘pekerja’ right?). saya gak heran kok, kalau anda baca Reed, banyak juga yang menanyakan hal seperti ini ke dia
* maaf kalau anda tersinggung
* ya saya beragama islam, tapi urusan iman itu urusan saya dengan yang maha kuasa.
yah…., saya juga minta maaf.
saya tahu anda orang yang terpelajar kok, tapi kayaknya saya udahan dulu post di topik ini.
i just an human though ..
Ass.. Mr. Pri
Permisi sekali lagi Engkang Pri, Abdi yang menurut anda provokator nimbrung lagi.
Sekarang mah abdi makin salut pada anda yang seorang apa itu CEO atau apa itu Bos and pekerja juga.
Nyata-nyata memang tidak salah pilihan abdi untuk terus mengamati isi semua ini.
Abdi kepinginnya sih banyak belajar, belajar dan terus belajar.
Banyak sih yang abdi dapat dari RDPD ataupun dari John T Reed, tapi abdi tetap yakin bahwa akan banyak yang didapat setelah nimbrung disini.
And You are my teacher
Wass….
Mengenai richdad yang misterius karena buku itu bukan khusus buku biografi ataupun autobiografi jadi penyajiannya based on true story, jadi pengemasannya adalah mengenai ajaran akuntansi dan investasi yang diutamakan.
Walaupun kalian ngomong sampai berbuih mulut kalian menghujat RTK tapi nyatanya bukunya masih sebagai best seller dan selama ini tidak ada komplain yang berarti dalam artian polemik yang benar- benar memojokkan ajaran-ajaran RTK mengenai akuntansi dan investasi.
Klo memang ajaran-ajaran RTK salah besar maka harusnya bukunya tidak best seller dan ada buku best seller mengenai tentangan-tetangan ajarannya, ataupun pendapat-pendapat yang menentang RTK dari pakar-pakar akuntansi dan investasi kaliber dunia yang dimuat di wallstreet journal, usa today, herald tribune dan media massa lainnya kaliber dunia dan kemudian di muat terjemahannya di kompas, tempo, gatra dan lainnya, klo cuma jack reed dengan website undergroundnya yang menentang yang bukan siapa-siapa dibandingkan pakar akuntansi dan investasi kaliberdunia bagaikan ngeDOS server microsoft pakai koneksi internet dial up.
#44: maaf, saya gak butuh wallstreet journal, usa today, herald tribune, kompas, tempo, gatra dan lainnya untuk menyetir pendapat saya. media massa memang benar adalah sumber informasi, tetapi bukan satu-satunya sumber informasi saya. bahkan beberapa kali media massa membuat blunder dengan memuat informasi yang tidak akurat.
Tuan Priyadi yang terhormat,
Saya hormati segala keyakinan anda untuk membuat agar orang mengerti pendapat anda, saya terima bila anda menyebut saya seorang provokator.
Tapi setelah apa yang anda lakukan dengan mendelete satu asumsi saya, saya semakin yakin bahwa sebenarnya andalah provokator sejati, perusak nama salah satu tokoh, dan tidak memberikan kesempatan orang lain untuk memberikan kenetralannya.
Saya rasa saya sudah muntah sekarang, saya harapkan lebih lanjut untuk tahu anda tetapi nyatanya anda sangat kecil sekali dibandingkan orang-orang yang telah memberikan argumennya selama ini.
Jangan sok suci dan merasa lebih pintar dari orang lain Tuan Pri yang terhormat.
Tidak akan maju pikiran kita bila masih melihat hitam dan putih suatu pendapat, seperti yang anda tulis diatas. Sangat nyata bagi saya anda tidak komit dengan semboyan itu, dengan nyata-nyata menghitamkan RK dan memutihkan JTR.
Kalau memang saya menyinggung anda saya minta maaf, ini adalah site bagus untuk belajar memahami.
Salam provokator
#46: maaf, sudah kebiasaan saya menghapus posting-posting yang jelas-jelas berbau trolling, apapun isinya
. saya juga mau muntah lihat posting itu 
Helloo semua penggemar buku bacaan bermutu, saya yakin orang pendukung ilmu dan pola pikir yang telah disumbangkan oleh pak Robert Kiyosaki telah menyempitkan jurang kesenjangan ekonmi
dan ini merupakan tujuan yang sangat mulia’ Saya berani bertaruh bagi orang yang pernah baca buku RK & argumenny reed saya yakin mereka akan mendukung pola pikir dan pengetahuan yang diberikan Pak Robert Kiyosaki. Saya mau tanya mengapa tulisan yang mendukung RObert banyak yang di delete? dan yang menyanggah semuanya dimuat pak Pri? Dan mungkn orang yang tidak setuju kebanyakan orang-orang malas karena Pak RK menuntut Kemauan belajar, dedikasi, dan Semangat untuk sukses
#48:
* lah, tahu dari mana saya sering menghapus komentar penggemar kiyosaki? setahu saya baru sekali saya menghapus
itupun karena sudah jelas-jelas trolling (all caps dan tidak jelas isinya)
. bagi saya tulisan reed hanya memberikan justifikasi bahwa ada hal yang aneh dengan tulisan-tulisan RK.
* saya sudah baca buku RK dan sudah tidak suka bahkan sebelum baca reed
* dari komentar anda, sepertinya anda menganggap bahwa buku RK adalah kategori motivational. saya juga berpendapat demikian, buku-buku RK adalah buku motivational, dan bukan buku di bidang investasi, real estate, personal finance atau lainnya.
priyadi said:

maaf, saya gak butuh wallstreet journal, usa today, herald tribune, kompas, tempo, gatra dan lainnya untuk menyetir pendapat saya.
ternyata anda one man show, klo diteruskan bisa debat kusir nanti
buku RTK memang tidak mengajarkan teknis investasi dan akuntansi, tapi merupakan filosofi dan cara berpikir untuk menggunakan instrumen akuntansi dan investasi agar kita akhirnya dapat bebas secara finansial.
#50: maksud pernyataan saya adalah bahwa media massa bukanlah alat legitimasi, posisinya sama dengan tulisan saya atau anda. media pun bisa salah, sama seperti anda atau saya. debat kusir tak akan terjadi jika pelaku debat tidak melakukan ad hominem attack, karena bukan saya yg menjadi objek pembicaraan
hmmm
debatkusir bisa apa saja apabila yang mempertahankan pendapat one man show, pokoknya saya yang bener artinya mempertahankan pendapatnya tanpa mau mendapat masukkan dari orang yang sudah kredibel mengenai hal itu ataupun media-media yang bisa dikatakan kredibel yang merupakan rujukan yang umum dan dapat dipertanggungjawabkan.
#52: saya sudah beri tahu point-point saya mengapa saya berpendapat demikian:
* tokoh rich dad itu tokoh fiktif, tapi dalam penyampaiannya terkesan bukan itu kenyataannya
* RK beberapa kali memberi saran yang ilegal, misalnya menyarankan pembacanya untuk melakukan insider spying
sedangkan point-point pendukung RK di posting ini terus terang tidak bisa meyakinkan saya.
mengenai kredibilitas, hal itu ditentukan dari kebenaran hal yang disampaikan, dan bukan dari siapa yang menyampaikannya. kalau suatu hari new york times dan chicago herald tribune bilang bahwa 1+1=3, apakah kita semua mau percaya?
Halo mas priyadi, dan rekan-rekan yang lain.
diskusi ini cukup menarik, dan memang yang rekan-rekan katakan bisa dikatakan benar, tapi tergantung dari sisi mana kita melihat.
Bagi saya pribadi, tulisan RTK bisa menjadi triger untuk memicu seseorang masuk dalam dunia bisnis wiraswasta, walau dibayangi janji-janji yang terlampau muluk.
Kalau bicara realitas, coba tengok reality show donald trump yang hadir tiap kamis malam di indosiar, menurut anda apakah donald trump seorang pelaku bisnis passive income ? coba lihat teori-teori bisnis yang dilontarkannya ketika menghadapi masalah, menurut saya jauh lebih realistis dibanding apa yang disampaikan RTK.
Kalau rekan-rekan mempunyai suatu bisnis pribadi yang diubah polanya seperti RTK (dalam konteks pasive income) cepat atau lambat bisnis tersebut akan hancur karena kurangnya kontrol struktural dan ikatan yang kuat didalamnya.
Seorang Anthony Salim saja masih harus berkeliling ke perusahaan-perusahaan yang dimilikinya untuk melakukan kontrol, dan yang terpenting adalah keikutsertaan pimpinan dalam pengambilan keputusan itu menjadi point yang sangat penting.
Nah kalau ada orang yang berpandangan bahwa bisnis ala RTK itu jauh lebih eifisien dan menguntungkan, nanti dulu dari sisi mana dulu kita melihat, sebab teori Quadrant tanpa pengalaman yang tepat pun hanya akan jadi pemborosan modal yang luar biasa.
Bisnis membutuhkan legalitas, tanpa hal ini kita akan diperas oleh aparat, ditipu oleh partner dsb, bisnis membutuhkan lebih banyak jibaku, tanpa hal ini anda tidak akan pernah mendapatkan ceruk peluang yang bagus. Dan yang terpenting lagi, kalau kita tidak sekolah dengan tinggi, maka kita akan miskin dengan alternatif solusi terhadap masalah-masalah yang muncul, apa jadinya sebuah perusahaan dipimpin oleh lulusan SD ? walaupun bisa melakukan ekspor biasanya perusahaan ini miskin inovasi (bukannya mau menghakimi tapi itulah yang terjadi dilapangan)
Buku RTK menjadi best seller karena memang tulisannya mengisi ceruk pekerja buruh dan kaum yang sedemikian besarnya, yang kekurangan informasi bagaimana seharusnya memunculkan sebuah bisnis, serta membutuhkan income yang besar.
Boleh percaya boleh tidak, sebuah bisnis besar, beromset besar, dimulai dari ide, kreativitas, inovasi, kerja keras dan modal yang terus dikembangkan, silahkan tengok Bill gates atau mira lesmana atau tokoh-tokoh bisnis lainnya, apakah mereka type manusia seperti yang digambarkan RTK ?
Bagi yang tidak setuju dengan argumen saya, hal tersebut sah-sah saja, mungkin karena saat ini timingnya belum tepat untuk membaca tulisan saya, suatu waktu ketika saat itu tiba, masalah bisnis mulai muncul dan anda mulai ragu dengan apa yang ditulis RTK, anda pasti setuju dengan argumen ini
Good luck Dude
saya mau sedikit elaborasi pada hengky, saya kira anda tidak utuh mengenai konsep RTK, mengenai pengusaha yg sukses, coba anda baca richdad poor dad karena di sana dijelaskan kenapa bill gates kaya karena dia pandai memecahkan problem bidang software, kenapa donald trump kaya karena dia pandai memecahkan problem mengenai real estate, kenapa ted turner kaya karena bisa memecahkan problem jaringan tv.
Halaman pertama dr buku ini mengatakan kurang lebih seperti ini, ada dua bapak, rich and poor. Yang poor mengatakan, uang adalah sumber kejahatan sementara yang rich mengatakan tak ada uang adalah sumber kejahatan.
Saya melihat ini dari segi moral dan keagamaan. Perlu diketahui, kata-kata yang disebut oleh RTK sebagai kata-kata dari poor dad itu bukan rekayasa. itu adalah salah satu ayat yang ada dalam kitab suci agama kami, agama yang di amerika sangat populer.
Dari sini saja kita sudah melihat, pendapat RTK ingin mematikan kebenaran yang diajarkan dalam agama. Saya sadar, banyak argumen yang dapat diberikan jika menyangkut masalah agama, apalagi kalau agama kita berbeda. Tetapi jika ditarik kesimpulan, maka RTK ingin mengatakan bahwa apa yang dikatakan kitab suci itu salah. Orang seperti ini tidak memberi kesan yang baik dalam berbisnis, belum apa-apa sudah memberi dorongan untuk melakukan hal-hal yang tidak baik.
Halo Antropolog,
Saya setuju dengan anda, memang dalam buku RTK memuat seperti yang anda sebut, tetapi point yang ingin saya jelaskan adalah, apakah RTK mengupas secara utuh seorang donald trump, ted turner dan bill gates ? IMHO dia hanya memaparkan ‘testimonies’ tentang kesuksesan orang tersebut dengan mengaitkan ajaran yang ingin disampaikan RTK.
Wah, saya baru melihat kalau ternyata mas Priyadi ngebahas RTK juga. Hehehehe.
Secara pribadi, saya tertarik dengan blog-blog mas Priyadi sebelumnya tentang sang jagoan telematika Indonesia yang sering error ngasih pendapat dan tentang pyramid scheme yang ngaku-ngaku MLM.
Dan terus terang saya setuju dengan sebagian besar pendapat mas Priyadi di blog-blog tersebut.
Tapi mengenai Kiyosaki, menurut saya sih bukunya bagus. Tulisannya di Rich Dad Poor Dad juga bagus untuk membuka wawasan dan pengetahuan. Melihat bahwa ternyata pasif income memberikan potensial income yang jauh lebih besar daripada penghasilan yang diperoleh dari gaji.
Di sana juga diceritain kalo Rich Dad-nya buka berbagai usaha bisnis. Cara ini juga bagus, kalo di text book, disebut diversifikasi. Gunanya untuk menghindari resiko kegagalan karena menjalankan usaha hanya di satu jenis usaha atau industri.
Mengenai masalah apakah Rich Dad-nya itu fake atau real, menurut saya sih itu bukan inti dari bukunya. Yang penting adalah ide atau gagasan dari buku itu.
Trus mengenai insider trading, hmmm.. gue agak lupa, emangnya ada ya dianjurin? Atau apa emang si Reed salah ngerti pemahamannya ?
Buku nya bagus, cuma sayangnya dipake oleh MLM-MLM sebagai pembenaran dan landasan teori bagi kegiatan mereka (terutama buku-nya yang ngebahas network marketing).
#58: mengenai fake atau real menurut saya salah satu intinya. sebenarnya saya gak masalah kalau fake selama pembaca diberi tahu kalau tokoh itu adalah fiktif. sedangkan kalau belum apa2 sudah membohongi pembaca, saya rasa wajar kalau pembaca merasa ada apa2nya
mengenai insider trading, saya ingat pernah baca, tapi sudah lama sekali terakhir saya baca RDPD. tapi coba lihat di RDPD di wikipedia
wah menyedihkan sekali sudut pandang mas Reed kalo mempermasalahkan karakter dari ayahku yang kaya, soalnya ya mas Reed, esensi dari buku ini adalah mengajak orang untuk melihat investasi dari sisi yang lebih mudah untuk dimengerti dan dicerna dari sisi penyampaian tidak seperti teori-teori yang ditulisakan dalam text book kuliahan, sama seperti Sophie’s World mengajarkan kita tentang dunia filsafat yang njlimet dengan cara berbeda, jadi saya cuma mau mengajak orang memahami dan mengerti dunia investasi dengan cara yang berbeda, bukan mempermasalahkan ada real ato not realnya karakter ayahku yang kaya dalam buku itu hehehhe..gitu loh mas Reed.
Pada dasarnya RTK tidak pernah menganjurkan apa yang dia lakukan secara teknis.
Mengenai insider trading adalah seperti ini RTK mencari perusahaan yang pra IPO setelah itu di membeli saham dengan harga pra IPO yang tentu saja lebih murah daripada setelah IPO atau kedepannya lagi.
buat hengky:
klo mengupas habis sepak terjang di dunia bisnis lebih baik, beli yang spesifik seperti:me too isnot my style nya Stan shih CEO ACER atau jalan bertaburan emasnya Kim woo choong CEO DAEWOO
#61: good idea, setidaknya CEO acer atau daewoo punya bukti konkrit keberhasilan mereka masing-masing
UUUUUhhh
Kalau cuman masalah seneng buku…apapun judul dan bahasannya janganlah menjadi titik tolak menjadikan you pri and the geng mengakuisisi semua pendapat buku RTK dong.
Dari cara-cara penyampaianmu pri dan kawan sependapatmu jelas-jelas akan membuat penggemar buku RTK nggak patek’en denganmu.
Sekilas tentangmu pri,….
lo hanya mendaulat bahwa RTK lebih jelek dari Reed dari bukunya, padahal lo berkata bahwa media massa bukan alat legimitasi.
Mana sekarang yang lo legimitasi adalah jeleknya RTK dan menurut lo baiknya Reed.
Horas bahh
#63: saya bilang media massa bukan alat legitimasi. tapi saya tidak bilang kita harus mengabaikan seluruh informasi, baik dari media massa atau dari yang lainnya. saya cuma care terhadap cold, hard fact, apa itu dari media massa atau bukan media massa. jangan hanya karena media massa bilang begitu, maka kita asumsikan bahwa itulah kenyataannya.
btw, terus terang ngomongin kiyosaki ini beda dengan ngomongin buku lain. kalau saya bilang harry potter jelek atau dee’s supernova jelek, walaupun tanpa dasar yang jelas, saya yakin gak akan dapat cercaan seperti ini
#61: good idea, setidaknya CEO acer atau daewoo punya bukti konkrit keberhasilan mereka masing-masing
pikiran yg seperti ini yang biasanya ketinggalan gelombang
#65: jika seseorang membuat tulisan seperti RDPD, maka dia punya obligation untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti:
* siapakah itu ‘rich dad’?
* berapa besar kekayaan yang tidak bersumber dari penjualan buku?
cold fact speaks for itself
sesuai dengan fakta yang bicara pada diri sendiri, gue yakin Mas pri banyak mengambil hikmah dari buku RTK, cuman munafik mengakui karena nggak dapet debat sehebat ini, and pantes pinter argument belain yang lain-lain sekedar agar uang mengalir terus.
#67: wah, saya bikin posting ini bukan untuk menghasilkan uang. gak semua sesuatu di dunia ini dilakukan hanya untuk uang.
ps. posting anda adalah argumentatum ad hominem
anda memang berhak bertanya :
* siapakah itu ‘rich dad’?
* berapa besar kekayaan yang tidak bersumber dari penjualan buku?
tapi anda tidak berhak justifikasi:
rich dad adalah fake
kekayaan kiyosaki hanya berasal dari buku
klo dasar justifikasi anda karena jack reed anda melakukan kesalahan fatal ini seperti anda berpegang pada pendapat roy suryo mengenai IT subyektif, parsiel dan tidak kredibel
#69: lho, waktu saya baca RDPD, saya bertanya-tanya siapakah tokoh RD ini sebenarnya. dan ternyata memang kiyosaki selalu menghindar jika ditanya seperti itu. hal yang sama juga dilakukan dengan pertanyaan yang menyangkut kekayaannya.
salahkah saya jika saya berpendapat demikian?
seandainya besok kiyosaki mau memberitahu saya siapakah sebenarnya sang ‘rich dad’ dan memberikan informasi portfolio dia yang tidak berasal dari penjualan buku maka saya akan dengan senang hati mengevaluasi kembali pendapat saya.
[...] di Saya Sangat sulit bagi seseorang untuk dapat menghapus pendapat lamanya walaupun sudah disodori bukti-bukti yang belum mereka ketahui sebelumnya. Sangat sulit bagi s [...]
#68: Saya salut Pri intelektual sufi, not for money
Thank before, saya akui belajar banyak from you Pri, but i tetap masih belum ngerti kenapa? sekali lagi kenapa lo bangga banget ama pendapat yang lo sendiri anggap bener, sekaligus lo hanya bisa ngomong kalo sih itu or sih ini bisa buat argument yang bisa gue terima akan gue ubah dengan senang hati argument gue.
Ya… Pri…Pri semuanya sih emang gitu
Ngono yo ngono mung ojo ngono…
Terima kasih sekali lagi Pri terang-terangan aye banyek-banyek belajar disini
silakan dibaca buku succes story dari serial rich dad, mereka boleh jadi mendapat manfaat dari rich dad.
klo nggak mau beli, ke gramedia baca sepuasnya, satu yang cukup fantastis adalah cerita stacey baker, org new zealand yang hidup dari tanggungan pemerintah berubah menjadi investor real estate, klo tidak dipercaya suruh jack reed menyelidikinya ini tidak kaliber internasional.
#73: itu sama sekali tidak menjawab pertanyaan saya: “siapakah tokoh rich dad?” dan pertanyaan2 sejenis lainnya. tolong carikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu dan silakan kembali lagi jika ada menemukannya.
karena tidak ada yang bisa membuktikan rich dad itu ada (termasuk si kiyo sendiri), jadi harus diterima anggapan bahwa rich dad itu tidak ada, simple kan? jadi, rich dad adalah murni fiksi, dan agar kiyo terhindar dari jeratan hukum (tuntutan penipuan, penyebaran kebohongan di depan publik), bukunya harus dijual sebagai buku fiksi (bahkan kiyo sendiri men-disclaim rich dad itu nyata kan? baca artikel diatas). sehingga, buku rich dad harusnya ditaro di bagian fiksi di toko buku, mungkin di sebelah crayon shinchan (sampul sama2 putih).
tapi persoalannya, buku ini nggak laku buat anak kecil (mendingan beli shinchan katanya), buat menghindari kerugian si kiyo dan penerbitnya, ya terpaksa dijual ke orang yg lebih tua. afterall, ada sisi anak2 dalam diri kita semua kan? (nokia tagline) dan ternyata laku keras! best selling, ceunah mah. bahkan karena bukunya yang baca kebanyakan orang ‘dewasa’, ia dijadiin ‘inspirasi’ bagi sebagian orang, diyakini sebagai kebenaran (diatas kebenaran pula!). trus, namanya buku sukses penjualan (sama kaya shinchan), akhirnya dibikinlah acara jumpa pengarang/meet the author, yang lama kelamaan berkembang jadi seminar2, bahkan game (namanya juga game, jangan diambil terlalu serius). gratis? ya nggak lah! ini kan gaweannya seseorang yang perlu nafkah, hari gini …? lalu akhirnya kiyo dapet banyak duit dari situ dan hidup bahagia selamanya.
~TAMAT~ (gak susah kan bikin fiksi?)
ps: kang pri, kalo saya sempet punya blog boleh kan saya link kesini? saya juga punya unek2 soal ini nih. makasih dah boleh nulis disini.
#75: silakan saja, saya tunggu
buat Tony: saya tunggu argumen ilmiah anda
yang berdasar jack reed saja lemah apalagi cuma sumpah serapah